CERDAS MENGGUNAKAN OBAT

CERDAS MENGGUNAKAN OBAT

Gunakan obat secara tepat, baca informasi dengan cermat!

Penggunaan obat yang rasional (POR) merupakan salah satu langkah dalam upaya pembangunan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu, sehingga tercapai keselamatan pasien (patient safety), salah satu fasilitas pelayanan kesehatan tersebut adalah di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Salah satu fasilitas yang terdapat di RSUD dr. R. Soedarsono adalah adanya pelayanan rawat jalan (terdiri dari 16 poli klinik) dengan menggunakan asuransi BPJS dan/atau In Health, baik untuk pengobatan kronis maupun tidak kronis.

Rawat Jalan adalah pelayanan medis kepada seorang pasien untuk tujuan pengamatan, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi, dan pelayanan kesehatan lainnya, tanpa mengharuskan pasien tersebut dirawat inap. Keuntungannya, pasien tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menginap (opname). Pengobatan rawat jalan akan berhasil apabila pasien mematuhi segala saran dan petunjuk dari dokter, terutama tentang terapi yang diberikan.

Fungsi dan gerakan “Cerdas Menggunakan Obat” untuk pasien rawat jalan di RSUD dr. R. Soedarsono bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara benar. Selain itu juga meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat secara benar dan meningkatkan penggunaan obat secara rasional. Kesalahan dalam pengobatan (Medication error) dapat disebabkan salah satunya karena ketidaktahuan pasien terkait terapi yang diberikan, kurang pahamnya pasien dalam memahami indikasi, kontra indikasi dan efek samping yang terjadi dari obat yang diterima serta ketidakpatuhan pasien dalam meminum obat.

Biasakan untuk selalu senantiasa menanyakan 5 pertanyaan “Cerdas Menggunakan Obat” kepada Petugas Farmasi ketika Anda memperoleh obat dari RSUD dr. R. Soedarsono dengan harapan agar masyarakat menjadi lebih aktif mencari informasi baik tentang obat kepada tenaga kesehatan khususnya tenaga Farmasi. 5 Pertanyaan tersebut adalah :

1. Obat ini apa nama dan kandungannya?

Masyarakat hendaknya memahami obat tersebut termasuk obat generik atau merek dagang, obat keras atau obat bebas, serta apa kandungan dari obat tersebut. Patut diakui bahwa obat merek dagang lebih dikenal masyarakat ketimbang obat generik. Sehingga sepatutnya ketika menemukan merek dagang, masyarakat wajib menanyakan kandungan generik dari obat tersebut. Sebab yang memberikan khasiat untuk setiap obat adalah kandungan obat itu sendiri, bukan nama merek dagang.

2. Obat ini apa khasiat atau indikasinya?

Menggunakan obat tentu yang diharapkan adalah khasiat atau indikasinya. Apakah obat tersebut sudah sesuai dengan tujuan pengobatan terkait penyakit yang diderita, maka indikasi obat perlu diketahui. Suatu pengobatan dikatakan rasional apabila obat yang digunakan sesuai dengan indikasi penyakit.

3. Obat ini berapa dosisnya?

Kemampuan tubuh untuk merespon baik obat yang masuk dapat ditentukan oleh besarnya dosis yang digunakan. Sehingga masyarakat perlu menanyakan berapa dosis obat yang akan digunakan.

Terdapat resiko fatal yang akan terjadi apabila seseorang mengkonsumsi obat melebihi dosis yang dianjurkan. Sebaliknya, dosis yang rendah akan memberikan efek terapi tidak tercapai. Olehnya itu, dibutuhkan dosis yang tepat sesuai anjuran untuk memaksimalkan suatu pengobatan.

4. Obat ini bagaimana cara menggunakannya?

Bentuk sediaan obat bermacam-macam seperti obat oral (diminum), supositoria (digunakan melalui anus), obat tetes, krim, salep, dan sebagainya. Sehingga penting untuk memahami cara penggunaan setiap obat yang diresepkan. Penggunaan obat yang tidak sesuai akan mempengaruhi respon tubuh, bahkan dapat menyebabkan munculnya penyakit lain. Bukan hanya obat sintetik, cara menggunakan obat tradisional yang aman pun patut untuk diketahui.

Selain itu, penting juga untuk mengetahui cara menggunakan obat yang akan dikonsumsi. Durasi penggunaan pada setiap obat berbeda-beda. Ketika menggunakan obat dengan perintah 2 kali sehari, maka obat tersebut harus diminum setiap 12 jam (24 jam dibagi 2). Sama halnya ketika menemukan obat yang penggunaannya 3 kali sehari, maka obat tersebut harus diminum setiap 8 jam (24 dibagi 3).

5. Obat ini apa efek sampingnya?

Sisi lain yang sering terjadi dalam penggunaan obat adalah munculnya efek samping. Reaksi obat yang tidak diharapkan dapat bersifat ringan dan mudah ditolerir, namun ada juga yang bersifat berbahaya dan mengancam jiwa.

Sebagai contoh efek samping dari obat yang diminum adalah mengantuk. Ketika informasi ini tidak diketahui, resiko berbahaya akan muncul ketika berkendara setelah menggunakan obat tersebut. Contoh lain adalah reaksi yang menyebabkan iritasi pada lambung. Maka dibutuhkan tindakan untuk mencegah reaksi ini terjadi saat meminum obat seperti obat digunakan bersama makanan, dan menghindari makanan merangsang saat menggunakan obat.

 

 

 


Bagikan Posting Blog




Komentar (0)




Komentar